Biografi Nadiem Makarim

by Saputra

Biografi Nadiem Makarim

Cerdas, inspirasi dan pastinya tampan tentu ketiga hal ini memang menggambarkan sosok yang satu ini. Tak hanya dikenal sebagai Founder Gojek yang merupakan perusahaan start-up berbasis online yang sudah dikenal di Indonesia dan bahkan Asia Tenggara, sosok yang satu ini juga kini dikenal sebagai Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Ya, sosok tersebut bernama Nadiem Makarim.

Biografi Nadiem Makarim

Menteri termuda di era Presiden Joko Widodo ini, lahir di Singapura pada 4 April 1984. Nadiem Makarim merupakan anak laki-laki satu-satunya dari pasangan Nono Anwar Makarim Dan Atika Algadri. Nadiem Makarim lahir dikalangan orang yang bisa dikatakan ber-ada dan terpandang dimana ayahnya sendiri merupakan seorang pengacara serta praktisi hukum yang terkenal dan sebagai mantan bos dari pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Sedang ibunya, Atika Algadri adalah seorang dari Hamid Algadri yang merupakan pejuang kemerdekaan.

Walaupun Nadiem Makarim merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara, namun ia tidak berperilaku manja seperti halnya anak bungsu pada umumnya, justru Nadiem sendiri merupakan seorang anak yang mandiri. Hal ini terbukti ketika setelah menuntaskan pendidikan dasarnya di Jakarta, Nadiem melanjutkan sekolahnya (SMA) di Singapura dan setelah lulus dia juga kemudian pergi ke Amerika untuk melanjutkan pendidikannya di Brown University Amerika Serikat.

Nadiem berhasil mendapatkan gelar BA di jurusan International Relations dan menariknya Nadiem Makarim pun ikut serta dalam pertukaran pelajar di London School Of Economic. Tak sampai disana saja, Nadiem memang belum puas dengan jenjang pendidikannya, setelah lulus Nadiem melanjutkan pendidikan master di Harvard Business School dan mendapatkan gelar MBA atau Master Of Business Administration.

Riwayat Pekerjaan Nadiem Makarim

Walaupun dikenal sebagai mahasiswa lulusan universitas paling bergengsi di dunia yaitu Harvard, tidak menjadikan Nadiem lupa diri. Setelah lulus dan menyandang gelar MBA Nadiem kembali ke tanah air, dia tidak membutuhkan waktu yang lama untuk terjun ke dunai kerja. Dengan bekal ijazah yang dimilikinya, Nadiem pernah bekerja di beberapa perusahaan atau lembaga tenama sebelum akhirnya memutuskan untuk membuat perusahaan startup. Berikut riwayat pekerjaan Nadiem Makarim:

  • Konsultan Manajemen Di McKinsey & Company

    Setelah lulus dari Brown University, Nadiem Makarim mengawali kariernya menjadi seorang konsultan manajemen di salah satu perusahaan ternama di Jakarta yaitu McKinsey & Company pada tahun 2006 namun setelah 3 tahun bekerja ia berhenti lalu karena ingin melanjutkan pendidikannya di Harvard University.

  • Co-Founder Zalora Indonesia

    Setelah menyelesaikan pendidikanya di Harvard Indonesia, Nadiem Makarim kembali ke tanah air dan kemudian bekerja sebagai Co-Founder Zalora Indonesia sekaligus sebagai managing editor di perusahaan tersebut.

  • CIO Startup Kartuku

    Setelah keluar dari Zalora, Nadiem kemudian bergabung dengan salah satu perusahaan startup kartuku yang merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan pembayaran non tunai di Indonesia

  • Mendirikan Gojek

    Setelah memiliki cukup banyak pengalaman kerja di perusahaan-perusahaan ternama, Nadiem kemudian memutuskan untuk berhenti bekerja. Di usia yang terbilang masih cukup muda serta memiliki jiwa enterpreneurship yang tinggi, Nadiem mencoba untuk merintis sebuah perusahaan sendiri sehingga pada tahun 2010 Nadiem Makarim mendirikan perusahaan Gojek.

    Ide dan cara membuat perusahaan startup yang satu ini berawal ketika Nadiem Makarim bekerja di Perusahaan McKinsey & Company. Ketika akan pergi ke tempat kerja Nadiem selalu memilih untuk menggunakan jasa ojek daripada menggunakan mobil karena seperti yang kita tahu bahwa Jakarta apalagi di pagi hari tidak pernah luput dari kemacetan.

    Walaupun sering menggunakan ojek ketika akan pergi kerja, di sisi lain Nadiem seringkali kesulitan menemukan ojek yang dibutuhkannya. Disini Nadiem melihat kenyataan bahwa tukang ojek hanya menghabiskan waktu untuk menunggu pelanggan dan memang cukup sulit untuk menunggu penumpang atau pelanggan tersebut.

    Kenyataan tersebut Nadiem dapatkan dari hasil berbincang-bincang dengan beberapa tukang ojek langganannya. Dari permasalahan tersebut, Nadiem melihat ada masalah dari supply and demand yang menurutnya tidak sesuai sehingga dengan mendirikan perusahaan Gojek lah yang menjadi problem solving untuk masalah yang dia alami.

Awal Berdiri Perusahaan Gojek

Pada tahun 2010, Nadiem Makarim mendirikan perusahaan Gojek, dia menggunakan garasi mobilnya sebagai kantor pertama dari perusahaan tersebut. Ketika itu, sistem pemesanan Gojek belum menggunakan aplikasi seperti sekarang ini. Nadiem awalnya hanya menggunakan call center sebagai perantara antara pengemudi dengan pelanggan.

Lambat laun usaha Nadiem mulai berkembang, pada tahun 2014 dia menerima suntikkan dana untuk mengembangkan Gojek dari Northstar Group yang merupakan sebuah perusahaan investasi dari Singapura dan setelah itu suntikkan dana untuk Gojek memang semakin bertambah. Tahun 2015 yang merupakan tahun terbaik untuk perusahaan tersebut karena Gojek meluncurkan sebuah aplikasi pertama di platform mobile.

Tidak butuh lama untuk Nadiem mengembangkan usahanya tersebut, setelah ada gojek versi aplikasi dengan sangat mudah perusahaan tersebut dikenal oleh masyarakat selain itu media-media juga gencar membuat pemberitaan tentang Gojek sebagai salah satu aplikasi transportasi berbasis online. Gojek memang mengedukasi masyarakat bahwa dengan aplikasi tersebut maka masyarakat bisa memesan serta mendapatkan layanan ojek yang cepat, aman dan nyaman. Aplikasi Gojek juga mengalami berbagai kemajuan dan juga banyak sekali investor yang mulai berdatangan.

Nadiem Makarim Menjadi Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan

Setelah lama menjadi pendiri Gojek, pada bulan oktober 2019 Nadiem memutuskan untuk mengundurkan diri dari Gojek, perusahaan yang Nadiem bangun selama bertahun-tahun. Namun walaupun mengundurkan diri Nadiem Makarim masih memiliki saham sekitar 4,81%. Setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari Gojek, Nadiem Makarim kemudian ditunjuk oleh Presiden RI, Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Indonesia Maju Periode 2019-2024. Nadiem Makarim menjadi menteri termuda di dalam kabinet tersebut.

Total Kekayaan Nadiem Makarim

Di lansir dari sumber terpercaya, Suami dari Franka Franklin ini memiliki total keseluruhan kekayaan sebesar 100 juta dollar Amerika Serikat atau jika diakumulasikan pada rupiah yaitu sebesar 1,4 triliyun rupiah dimana kekayaannya ini berasal dari saham yang ia miliki di perusahaan Gojek sebanyak kurang lebih 4,81%. Dari kekayaannya ini Nadiem memang dikenal sebagai orang terkaya termuda di Indonesia.

Nadiem menikah pada tahun 2014 dengan seorang wanita bernama Franka Franklin di Bali. Dari pernikahannya tersebut, Nadiem dikaruniai seorang anak bernama Solara Franklin Makarim. Walaupun terikat dalam pernikahan berbeda Agama, Nadiem Makarim dan Istrinya hidup bahagia dan selalu kompak dalam hal apapun terutama dalam menjaga buah hatinya.

Saat ini pendiri Gojek, Nadiem Makarim sedang menikmati jabatan barunya yaitu sebagai Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan. Pesona dari sosok menteri muda ini memang selalu menarik perhatian terutama untuk kalangan milenial, banyak sekali yang merasa terinspirasi untuk menjadi orang hebat seperti Nadiem Makarim.



Whatsapp
Call Now